Minggu, 13 Februari 2011

Wisata Curug Cilember

Lokasi Curug Cilember di Cisarua, Bogor, Jawa Barat ini mungkin belum banyak yang tahu karena letaknya yang cukup sulit untuk dilalui kendaraan, papan penunjuk arahpun sulit dicari. Padahal lokasi wisata ini cukup segar untuk sekedar melepaskan penat dihari libur. Harga tiket masuknyapun relatif murah, jadi kita bisa mengajak seluruh anggota keluarga untuk berlibur

Wana Wisata Curug Cilember merupakan panorama bukit dengan hamparan pinus merkusi dimana terdapat sumber mata air dan air terjun. Lokasinya tak jauh dari Jakarta; berada disebelah kiri jalan jalur Ciawi – Puncak, tepatnya di Cisarua ± 15 Km dari pintu tol Gadog (Jagorawi). Berada di kawasan hutan lindung Bogor - Puncak - Cianjur (Bopunjur) di ketinggian ± 800 mdpl.

Setelah melalui jalan aspal mulus berliku-liku, di sebuah bukit yg masih dijaga Perhutani, dibelakang sekumpulan villa-villa dengan halamannya yang luas, terdapatlah sebuah bukit yg berbeda dari sekitarnya. Bukit tersebut. terlihat mencolok diantara bukit-bukit lain yang penuh dengan ladang-ladang penduduk. Menemukan kehijauan disini, seperti menemukan oase ditengah gurun yg terdiri kampung, villa dan kebun jagung. Sepintas hanya satu punggungan bukit saja yg masih terlihat hijau dgn tanaman pinus berdiameter cukup besar. Bukit itu bernama Hambalang.

Tetapi, setelah memasuki gerbangnya, pemandangan berubah drastis. Sekarang kita memasuki lokasinya yg asri dan tenang. Gemericik air terdengar dari sebuah pancuran bambu yang mengangguk-angguk karena kosong lalu teris air dan seterusnya. Air jernih mengalir disela-sela batuan dan tanam-tanaman yg berasal dari sebuah mata air, sebuah tempat yang kita akan tuju. Jembatan gantung, taman kupu-kupu, taman air, taman anggrek, menambahkan suasana rileks

Jika kita berkesempatan mendatangi tempat ini, ada baiknya anda mencoba melintasi jembatan gantung yang diberi nama jembatan cinta. Entah apa yang menyebakan jembatan ini dinamai demikian. Tapi yang jelas, walau sangat menegangkan, melintasi jembatan ini akan membuat anda merasa keasyikan dan dijamin anda pasti akan melakukannya secara berulang-ulang.

Air terjun yang dalam bahasa Sunda disebut curug ditempat wisata yang dikelola Perhutani ini jumlahnya tidak tanggung - tanggung. Totalnya ada tujuh air terjun yang terletak di ketinggian berbeda, tapi kebanyakan pengunjung hanya mampu menikmati keindahan air terjun alam ini sampai di curug tujuh yang lokasinya paling bawah. Soalnya untuk mencapai air terjun yang ke 6 sampai ke 1 jalannya terus nanjak. Bayangin saja dari curug tujuh sampai curug satu butuh waktu 3,5 jam.

Kalaupun anda tidak minat untuk naik ke curug selanjutnya, masih banyak rekreasi yang bisa anda sekularga dlakukan di curug ke tujuh ini. Ada permainan flying fox yang pasti menjadi favoritnya anak - anak. Juga bisa sekalian bermalam di areal campingnya dan ada Taman Kupu - Kupu. Tempat wisata di Cilember Cisarua Bogor tidak hanya terkenal dengan tujuh Curugnya saja (air terjun). Tapi juga ada Taman Kupu - Kupu dimana kita bisa melihat berbagai jenis kupu - kupu dipelihara disana.

Di kubah raksasa seluas 500 meter inilah Taman Kupu - Kupu ini berada. Taman Kupu - Kupu di Cilember ini sepertinya menjadi daya tarik tersendiri buat para pengunjung. Taman Kupu - Kupu Cilember ini bukan cuma menyediakan tempat hidup bagi kupu - kupu tapi juga ada sekalian tempat pembiakannya. Tempat budidaya kupu - kupu yang dibuka tahun 2001 ini sudah melakukan penangkaran terhadap 12 species kupu - kupu yang semuanya asli Indonesia.

Di laboratorium penangkaran kupu - kupu ini juga kita jadi tahu bagaimana cara metamorfosa alias rumah wujud kupu - kupu dari ulat jadi hewan bersayap cantik itu. Ditempat ini semua kepompong yang sebentar lagi menjadi kupu - kupu bisa diamati. Kupu - kupu yang panjang hidupnya hanya bertahan satu bulan itu butuh waktu tiga hari untuk menghasilkan telur bila terjadi perkawinan antara jantan dan betinanya. Sekali bertelur mencapai 50 hingga sampai tua.

Tidak perlu dibantu kalau lihat kupu-kupu lagi berusaha keluar dari kepompongnya, karena bisa-bisa malah ngak bisa terbang, soalnya justru dengan caranya sendiri keluar dari kepompong sayapnya bisa berkembang sempurna. Kebayang senangnya anak - anak bisa jadi saksi sebuah kehidupan bahan dari serangga yang cantik itu. Ciri Cilember ternyata bukan menawarkan indahnya panorama dan sejuknya air pegunungan. Tapi juga bisa jadi tempat kita belajar mencintai dan menghargai kehidupan alam bebas.

Anda juga tak perlu membawa perlengkapan apa-apa, karena tenda dan alat-alat masak pun bisa disewa. Keamanan yg biasanya selalu dikhawatirkan untuk sebuah camping keluarga, tak perlu ada, karena lokasi camping ground dijaga 24 jam oleh hansip dari penduduk kampung sekitar yg memahami arti pentingnya keamanan kenyamanan anda disitu.

Kunjungi Juga Wisata Indonesia lainnya.


Read more »

Air Terjun Bojongkoneng

Berawal dari sebuah pamflet wisata outbond yang ditempel disebuah dinding, dengan sebuah foto yang menggambarkan sekumpulan orang bergandengan tangan didepan air terjun yang tampak cukup besar, timbul keinginan untuk mengunjungi lokasi tersebut. Peta sederhana tanpa skala yang ada pada pamflet tersebut menggambarkan bahwa lokasinya terletak diantara Gunung Batu dan Gunung Geulis. Segera saja sesampai dirumah saya membuka peta bakosurtanal skala 1:25000 untuk mencari kedua gunung tersebut dan mencatat semua track perjalanan yang mungkin membantu mencapai tujuan, dan memindahkannya ke perangkat GPS. Setelah berembuk dengan seorang teman akhirnya diputuskan untuk berangkat hari minggu pukul 5 pagi.

Perjalanan menuju lokasi dimulai dengan melajukan kendaran kearah perumahan bukit sentul, untuk kemudian berbelok melintasi perumahan bukit pelangi dan menuju desa bojongkoneng. Minimnya informasi akan letak sebenarnya dari air terjun tersebut menyebabkan beberapa kali harus bertanya kepada penduduk sekitar. Dan ternyata benar, asumsi awal yang telah dibuat akan lokasi tujuan ternyata berbeda cukup jauh dilapangan, akibatnya track yang sudah disiapkan bisa dibilang tidak berguna lagi Tentunya acara bertanya arah jalan menuju lokasi menjadi rutinitas yang sering mewarnai perjalanan kali ini. Terlebih setelah bentuk jalan yang sebelumnya berupa aspal mulus berubah menjadi jalan makadam(berbatuan) dengan lebar yang sempit, menambah keraguan akan benar-tidaknya jalan yang telah ditempuh. Bila berpapasan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan, maka terpaksa harus mencari badan jalan yang cukup untuk dilewati dua kendaraan. Tak jarang halaman pekarangan rumah penduduk setempat, terpaksa digunakan untuk parkir sejenak, menunggu kendaraan lain selesai melintasinya dari arah yang berlawanan. Untunglah pada akhirnya seorang pemuda yang ditanyai, menawarkan diri untuk menjadi pemandu menuju lokasi air terjun.

Rute perjalananpun mulai berubah, karena jalan yang ditempuh sudah tidak bisa lagi dilalui kendaraan bermotor. Setelah memarkirkan mobil disalah satu pekarangan rumah penduduk, perjalanan dimulai dengan melintasi jalan setapak diantara kebun singkong, beralih ke kebun pisang, melintasi sungai, dan pematang sawah. Ade, nama penunjuk jalan kami, tiba-tiba menunjukkan jarinya ke suatu arah, dan saat kami memalingkan muka kearah yang dimaksud, tampaklah sebuah air terjun yang sedang melimpahkan air dengan sangat derasnya. Meskipun jarak yang hendak dituju masih cukup jauh dari tempat dimana kami berdiri, namun air terjun tersebut nampak cukup jelas terlihat, suatu bukti bahwa air terjun yang hendak kami tuju ini tentunya memiliki ukuran yang besar.

Kurang lebih 1,5 km total perjalanan yang mesti ditempuh dengan perjalanan kaki. Tiba dilokasi, kami dihadapkan dengan sebuah air terjun dengan ketinggian +/- 30 meter. Air melimpah dengan sangat derasnya meluncur dari atas menuju ke bawah dengan debit air yang cukup tinggi. Derasnya air yang jatuh ke permukaan kolam menimbulkan riak air dan hembusan angin yang cukup kencang. Hembusan angin yang membawa juga butiran air, praktis menyulitkan untuk proses pengambilan gambar/foto dikarenakan harus berulang-ulang menyeka lensa dari cipratan air. Disekeliling air terjun merupakan tebing terjal dengan dua bagian celah yang berada disamping kiri untuk mengalirnya air dan dibagian depan air terjun, digunakan pengunjung sebagai pintu masuk ke lokasi ini.

Penasaran dengan kesegaran air terjun yang ada dihadapan kami, ditambah lagi pakaian yang menempel dibadan telah menjadi lembab terkena hembusan angin bercampur partikel air, kamipun memutuskan untuk mandi di air terjun tersebut. Setelah melepas baju dan menyimpan peralatan kamera dibalik tebing agar aman dari cipratan air, kami berduapun segera membenamkan diri di kolam. Air yang bening dan dingin benar-benar memberikan kesegaran tersendiri. Uniknya, ketika berulangkali mencoba mendekati tempat jatuhnya air terjun yang berada di tengah kolam, selalu saja mengalami kegagalan. Hembusan angin dan riak air yang cukup keras selalu berhasil "melemparkan" kami kembali ketepian kolam. Setelah berjuang cukup keras dengan berjalan mundur agar muka tehindar dari curahan air terjun akhirnya berhasil juga mencapai bagian paling muka dari limpahan air terjun. Air mengalir dengan derasnya menimpa bagian punggung bagaikan ribuan palu kecil yang menghantam dan menimbulkan rasa nyeri. Tak tahan dengan rasa sakit di punggung dan kepala, kamipun berusaha menjauh/menghindar sebuah keputusan yang mengakibatkan terlemparnya kembali kami ketepian luar dari air terjun.

Setelah puas bermain air, dan badan mulai mengigil kedinginan, kamipun keluar dari kolam dan kembali memakai pakaian yang sudah basah-lembab. Sungguh menyenagkan sekali bermain air terjun dilokasi yang masih alami ini. Tidak adanya sampah menambah poin positif dan merupakan bukti bahwa jarang orang berkunjung kelokasi air terjun desa Bojongkoneng. Ade-pun menambahkan, terkadang di sisi tebing air terjun banyak dijumpai monyet, yang sayang sekali kami tidak menemukan barang seekorpun saat itu.
(navigasi.net)
Tempat Wisata di Indonesia


Read more »

Pelabuhan Ratu, Pesona yang Terlupakan

MAKNA ombak dan gelombang laut mungkin tak pernah sama di mata orang. Pemandangan pantai dan laut lepas yang bergelombang yang menghasilkan alunan suara yang khas selalu saja membuat orang yang menikmatinya terlena.

Kekaguman, penasaran bahkan rasa takut berbaur menjadi satu ketika sapuan ombak laut menghampiri dan menerpa kaki serta tubuh kita.

Bagi para turis ombak justru menjadi sahabat yang selalu di tunggu kedatangannya, makin besar dan tinggi ombak makin bersemangat sang pelancar menikmatinya, entah apa yang ada di hatinya ketika ia berdiri tepat di atas gelombang lautan yang bergemuruh seakan berlomba mencapai tepian.

Panorama pantai ternyata bisa jadi obat yang mujarab bagi kita setelah sekian waktu selalu dilingkupi rutinitas yang bisa membuat kita jenuh, suntuk bahkan depresi. Wisata pantai juga bisa kita dapatkan dengan harga yang relative murah, dengan berbagai kegiatan yang bisa kita nikmati, berenang misalnya.

Salah satu pantai yang layak kita kunjungi adalah pantai Pelabuhan Ratu. Selain indah, pantai yang terletak sekitar 4 jam perjalanan darat dari Kota Hujan Bogor ini memiliki berbagai kelebihan di banding pantai lainnya di Indonesia.

Pantai pelabuhan ratu merupakan pantai yang memiliki keindahan panorama yang khas. Perpaduan antara pantai yang curam, pantai landai, karang terjal yang dilatar belakangi cagar alam hutan dan gunung serta sungai yang aliran derasnya dapat digunakan untuk arena arung jeram.

Di sekitar Pantai Pelabuhan Ratu, paling tidak ada sembilan titik lokasi main surfing. Dari Batu Guram, Karang Sari, Samudra Beach, Cimaja, Karang Haji, Indicator, Sunset Beach, Ombak Tujuh dan Ujung Genteng. Di bulan-bulan tertentu antara Mei- sampai Oktober lokasi-lokasi ini biasanya akan ramai dikunjungi para peselancar.

Untuk kegiatan di darat, kita bisa jalan-jalan menuju sumber air panas di Cisolok. Letaknya sekitar 17 kilometer dari kota Pelabuhan Ratu. Sumber air panas ini sangat cocok untuk membersihkan kulit dari segala macam penyakit. Maklum, airnya mengandung unsur belerang yang tinggi.

Sebagian besar para wisatawan yang berkunjung baik itu lokal maupun manca negara boleh dikatakan datang ke Pelabuhan Ratu karena latar belakang misteri dibalik keindahan panoramanya, disaat-saat tertentu banyak acara ritual yang sering digelar penduduk setempat sebagai rasa terima kasih mereka terhadap sang penguasa laut selatan.

Mitos yang menceritakan bahwa Pelabuahn Ratu adalah tempat berkuasanya Sang Ratu Pantai Selatan Nyai Roro Kidul merupakan daya tarik tersendiri bagi para penginjung. Apa lagi disekitar lokasi pantai tepatnya di Karang Hawu terdapat tempat Petilasan (persinghahan) Ratu Pantai Selatan, yang dapat dikunjungi untuk melakukan ritul tertentu ataupun hanya sekedar mampir untuk melihat-lihat.

Di komplek yang dikeramatkan oleh penduduk setempat ini, terdapat sekurangnya dua ruangan cukup besar yang didalamnya terdapat beberapa makam yang dipercaya penduduk sebagai makam Eyang Sanca Manggala, Eyang Jalah Mata Makuta dan Eyang Syeh Husni Ali. Di beberapa ruangan juga terpampang foto sang penguasa Laut Selatan Nyi Roro Kidul yang lumayan besar.

Untuk urusan penginapan, di sepanjang pantai banyak terdapat penginapan dengan harga yang berfariasi dari yang murah dengan fasilitas seadanya sampai hotel berbintang yang sudah jelas mempunyai fasilitas yang lebih memadai.

Atau anda bisa memilih Hotel Inna Samudra Beach yang juga tidak bisa di lepaskan dari banyak mitos yang berkembang di lingkungan setempat bahkan mungkin di Jawa Barat, karena Hotel berbintang empat yang dahulu sering di kunjungi Presiden RI pertama ini memiliki satu kamar unik yaitu kamar 308 yang menurut cerita pernah di singgahi Nyai Roro Kidul. Di kamar ini anda juga bisa melakukan ritual atau sekedar melihat-lihat untuk mengobati rasa penasaran.

Setelah puas berkeliling menikmati keindahan panorama Pantai Pelabuhan Ratu, anda juga bisa mengunjungi tempat pelelangan ikan dan membeli beberapa jenis mahluk laut untuk sekedar oleh-oleh yang khas dari Pelabuhan Ratu di akhir acara liburan anda. Lokasi pelelangan berbagai macam jenis penghuni laut ini tidak jauh dari terminal bus Pelabuhan Ratu.
Wisata Indonesia



Read more »

Monumen Peter Erberveld

MENENGOK masa lalu bukan cuma pekerjaan para sejarawan. Para pelancong pun bisa ikut menikmatinya lewat sisa dan situs sejarah yang tertinggal.

Biasanya acara rekreatif ini makin ciamik bila informasi yang disampaikan pun akurat. Namun repotnya, di negeri ini tak semua peninggalan sejarah berada dalam kondisi prima.

Sudah tak terawat, terlupakan pula keberadaannya. Kalau tak percaya, mari sejenak ”cari angin” ke bilangan Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta. Di kawasan ini, setidaknya ada beberapa situs sejarah yang bisa kita perbandingkan nilai sejarah dan kondisinya saat ini.

Monumen Peter Erberveld

Dari Gereja Sion, sedikit lebih jauh menyusuri Jalan Pangeran Jayakarta kita melihat showroom mobil Toyota. Di tempat ini, beberapa tahun lalu terdapat sebuah monumen yang agak aneh.

Sebuah tembok bercat putih dan di atasnya dipasang sebuah tengkorak yang terbuat dari gips. Pada dinding monumen tertulis teks dalam bahasa Belanda dan bahasa Jawa.

Monumen sengaja dibuat untuk kenang-kenangan atas peristiwa hukuman mati terhadap Peter Erberveld. Menurut Adolf Heukeun, pengamat sejarah Batavia, Erberveld adalah seorang yang cukup berpendidikan.

Ia keturunan seorang Jerman kaya yang menikahi wanita Thailand. Peter Erberveld sendiri berasal dari Kota Elberfeld, yang sekarang menjadi bagian Kota Wuppertal di negara bagian Nordrhein-Westphalen, Jerman.

Peter Erberveld banyak berhubungan dengan masyarakat lokal seputar Batavia. Konon, ia malah sudah berhubungan dengan putra-putri Suropati, yang terus memerangi Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) di Jawa Timur. Katanya ia suka membagikan piringan tembaga yang kecil kepada pengagum-pengagumnya sebagai jimat.

Laporan resmi VOC menyebutkan, bahwa Erberveld bersama Raden Kartadria – seorang Jawa – sejak lama berencana membunuh semua penduduk Belanda di Batavia pada pesta malam tahun baru 1722. Kabarnya, Erberveld ingin menjadi kepala Kota Batavia, sedang Raden Kartadria mau menjabat patih daerah luar kota.

Ada sumber lain yang mengatakan bahwa sultan dari Banten, yang diminta Erberveld untuk mendukung rencana pemberontakan, memberi tahu sang gubernur jenderal. Pasalnya sang sultan cemas akan pengaruh Erberveld dan Kartadria dalam wilayah kekuasaannya.

Tiga hari menjelang rencana pembunuhan itu dilakukan, semua peserta pertemuan rahasia yang berlangsung di rumah Erberveld, ditangkap. Tempatnya persis di showroom mobil saat ini. Sejak 1985, ruang pamer itu ”sukses” menggeser keberadaan situs sejarah Erberveld. Ini satu contoh betapa ”noraknya” bangsa ini dalam menghargai sisa sejarah.

Bersama tujuh belas pengikutnya yang kesemuanya orang Indonesia, Erberveld bersama Kartadria dihukum mati pada 22 April 1722. Pelaksanaan hukuman yang sadis itu digelar di lapangan sebelah selatan Benteng Batavia. Bayangkan, tubuh mereka semua dicincang dan jantung dicopot. Saking sadisnya, tubuh itu ditarik ke empat penjuru dengan empat kuda sampai pecah jadi empat bagian.

Karena alasan keamanan, pembunuhan ini tak dilakukan di depan Balai Kota. Orang Belanda khawatir pengikut-pengikut yang belum tertangkap akan menuntut balas. Kampung sekitar bekas monumen masih disebut Kampung Pecah Kulit.
Wisata Indonesia 


Read more »

Rabu, 09 Februari 2011

Berwisata di Bendungan Selorejo

Di bagian barat Kabupaten Malang terdapat sebuah bendungan yang cukup menarik untuk dikunjungi. Bendungan tersebut bernama Bendungan Selorejo. Untuk menuju ke lokasi, kami menggunakan jalur Malang-Batu yang menuju ke Taman Wisata Bendungan Selorejo.

Perjalanan melewati jalanan yang berliku dan perbukitan, ditempuh selama satu jam dari kota Malang. Ketika tiba di Taman Wisata Selorejo, suasana bendungan terasa sejuk. Keindahan alam terpancar ketika kami tiba di tepian bendungan, hamparan bendungan yang luas dikelilingi oleh perbukitan dan gunung.
Disekitar bendungan banyak orang yang melakukan aktivitas memancing baik di tepian bendungan maupun ditengah-tengah bendungan dengan menggunakan perahu kecil

Fasilitas pendukung Taman Wisata Selorejo sudah cukup baik diantaranya kolam renang, jembatan gantung, penginapan, persewaan perahu, kuliner berupa ikan bakar, dan masih banyak lagi. Selain hari minggu dan libur, suasana Taman Wisata ini cukup sepi sehingga cukup nyaman digunakan untuk jalan-jalan dan bersantai.
Read more »

Mengintip Sentra Pembuatan Telur Bebek Asin di Brebes

Nama telur asin mungkin sudah tidak asing bagi mereka yang sering melakukan perjalanan menggunakan kereta api ekonomi dan bisnis menuju ke jakarta atau sebaliknya. Makanan ini sering dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berjualan di kereta api dan banyak ditemui di berbagai kota. Namun hanya sedikit orang yang tahu bahwa asal telur asin itu berasal dari Brebes.

Akhirnya kami berkesempatan mengunjungi ke salah satu sentra industri pembuatan telur bebek asin yang terletak di Desa Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. Industri ini berskala rumah tangga dan menengah sehingga hampir setiap rumah di desa ini memproduksi telur asin.

Proses membuat telur bebek asin masih menggunakan cara yang sederhana, belum menggunakan peralatan modern.  Sebelumnya dilakukan pemilihan telur yang baik yaitu telur tidak mengalami retak atau pecah dan bukan telur yang telah dibuahi (telur tetas). Telur bebek yang telah dipilih dan dibersihkan dilumuri dengan adonan tanah liat yang telah dicampuri dengan air, abu gosok, dan garam laut. Telur bebek dilapisi adonan kurang lebih 1cm dan diakhiri dengan pemberian lapisan abu gosok.

Telur yang sudah selesai dilapisi adonan tanah liat dimasukkan kedalam sebuah tempat atau peti untuk disimpan selama 14 hari atau 2 minggu. Setelah 2 minggu, lapisan tanah liat dibersihkan sampai bersih sampai tidak ada kotoran di pori-pori kerabang telur. Ada beberapa teknik pemasakan telur bebek asin yaitu direbus, dipanggang, dan dioven.

Perbedaan teknik pemasakan telur bebek asin mempengaruhi tekstur dan rasa. Telur bebek asin yang mengalami proses perebusan bertekstur basah dan berair. Telur bebek asin yang mengalami proses pemanggangan dan oven memiliki tekstur kesat dan memiliki rasa yang khas. Keunggulan telur bebek asin yang dimasak melalui proses pengovenan adalah lebih tahan lama dan kandungan nutrisi telur tetap terjaga.
Telur bebek asin Brebes ini memiliki ciri khas yaitu gurih, rasa asin yang merata di sebuah bagian telur dan warna merah kecoklatan pada kuning telur yang kaya akan omega-3 dan protein. Sedikit berbeda dengan telur bebek asin yang sekarang banyak di jumpai di daerah-daerah lain. Harga jual telur bebek asin di Brebes antara Rp1.800,- hingga Rp2.400,- untuk telur rebus, antara Rp2.200,- hingga Rp3.000,- untuk telur yang dioven atau dipanggang.
Read more »

Selasa, 08 Februari 2011

Anak Gunung Kelud

Anak Gunung Kelud kami kunjungi beberapa saat setelah meninggalkan base camp yang dibuat oleh para pendaki Tebing Sumbing Gunung Kelud. Jarak dari terowongan sampai ke pinggir tebing pengamatan Anak Gunung Kelud hanya beberapa puluh meter saja, dan di tepian tebing itu terdapat sebuah gubug sederhana yang menjual VCD yang merekam munculnya Anak Gunung Kelud, serta menjual jasa pemotretan.
Terdapat anak tangga untuk turun ke lembah ke kaki Anak Gunung Kelud berada, yang sebelumnya merupakan lokasi Danau Kawah Kelud. Kami tidak turun ke lembah, namun hanya memotret Anak Gunung Kelud dari tepian tebing, dan lalu memotretnya dari anak tangga yang menuju ke Gardu Pengamatan di Puncak Gajah Mungkur.
Anak Gunung Kelud
Gubug sederhana di tepian tebing Anak Gunung Kelud yang menjual VCD proses munculnya Anak Gunung Kelud itu. Tempat ini, meskipun sederhana, bisa menjadi tempat bersantai sambil menikmati pemandangan sekitar. Beberapa merk minuman ringan juga tersedia di tempat itu.
Anak Gunung Kelud
Puncak Anak Gunung Kelud dari balik sebuah gerumbul perdu. Munculnya Anak Gunung Kelud adalah sebuah fenomena langka yang menggantikan siklus letusan Gunung Kelud yang biasanya terjadi setiap 15 tahun sekali.
Anak Gunung Kelud
Dua buah batu andesit raksasa di Puncak Anak Gunung Kelud, seolah menjadi penyumbat muntahan lahar yang membantu menghentikan pertumbuhan Anak Gunung Kelud. Entah sampai kapan tenaga energi di perut Kelud yang dahsyat itu bisa dijinakkan.
Anak Gunung Kelud
Anak Gunung Kelud setinggi 250 m dan berdiameter 450 m ini masih terlihat gundul dan berwarna abu-abu gelap. Anak Gunung Kelud memang belum cukup umur untuk ditumbuhi lumut dan tetumbuhan daerah pegunungan lainnya. Di sana-sini masih terlihat asap mengepul dari sela-sela bebatuan Anak Gunung Kelud itu.
Anak Gunung Kelud
Beberapa remaja tampak tengah naik meniti anak tangga setelah turun ke lembah di kaki Anak Gunung Kelud. Pemandangan dari bawah mestinya indah, karena bisa memotret Anak Gunung Kelud dengan latar belakang Puncak Gajah Mungkur.
Anak Gunung Kelud
Anak Gunung Kelud dikelilingi oleh puncak-puncak pegunungan Kelud yang tinggi, sehingga bisa dipahami mengapa Anak Gunung Kelud muncul dari dalam mendiang Danau Kelud, karena pada lokasi itu relatif tidak ada penghalang bagi keluarnya magma.
Anak Gunung Kelud
Tidak diketahui apakah air di kaki Anak Gunung Kelud itu merupakan bagian dari mendiang Danau Kelud yang tersisa, atau kah berasal dari air hujan yang mengguyuri Anak Gunung Kelud dalam tiga tahun terakhir.
Anak Gunung Kelud
Bagian lereng Anak Gunung Kelud yang berwarna keputihan itu tampaknya merupakan sela-sela batuan tempat dimana asap dari perut Anak Gunung Kelud menyelusup keluar.




Anak Gunung Kelud

Anak Gunung KeludAnak Gunung Kelud kami kunjungi beberapa saat setelah meninggalkan base camp yang dibuat oleh para pendaki Tebing Sumbing Gunung Kelud. Jarak dari terowongan sampai ke pinggir tebing pengamatan Anak Gunung Kelud hanya beberapa puluh meter saja, dan di tepian tebing itu terdapat sebuah gubug sederhana yang menjual VCD yang merekam munculnya Anak Gunung Kelud, serta menjual jasa pemotretan.
Terdapat anak tangga untuk turun ke lembah ke kaki Anak Gunung Kelud berada, yang sebelumnya merupakan lokasi Danau Kawah Kelud. Kami tidak turun ke lembah, namun hanya memotret Anak Gunung Kelud dari tepian tebing, dan lalu memotretnya dari anak tangga yang menuju ke Gardu Pengamatan di Puncak Gajah Mungkur.
Anak Gunung Kelud
Gubug sederhana di tepian tebing Anak Gunung Kelud yang menjual VCD proses munculnya Anak Gunung Kelud itu. Tempat ini, meskipun sederhana, bisa menjadi tempat bersantai sambil menikmati pemandangan sekitar. Beberapa merk minuman ringan juga tersedia di tempat itu.
Anak Gunung Kelud
Puncak Anak Gunung Kelud dari balik sebuah gerumbul perdu. Munculnya Anak Gunung Kelud adalah sebuah fenomena langka yang menggantikan siklus letusan Gunung Kelud yang biasanya terjadi setiap 15 tahun sekali.
Anak Gunung Kelud
Dua buah batu andesit raksasa di Puncak Anak Gunung Kelud, seolah menjadi penyumbat muntahan lahar yang membantu menghentikan pertumbuhan Anak Gunung Kelud. Entah sampai kapan tenaga energi di perut Kelud yang dahsyat itu bisa dijinakkan.
Anak Gunung Kelud
Anak Gunung Kelud setinggi 250 m dan berdiameter 450 m ini masih terlihat gundul dan berwarna abu-abu gelap. Anak Gunung Kelud memang belum cukup umur untuk ditumbuhi lumut dan tetumbuhan daerah pegunungan lainnya. Di sana-sini masih terlihat asap mengepul dari sela-sela bebatuan Anak Gunung Kelud itu.
Anak Gunung Kelud
Beberapa remaja tampak tengah naik meniti anak tangga setelah turun ke lembah di kaki Anak Gunung Kelud. Pemandangan dari bawah mestinya indah, karena bisa memotret Anak Gunung Kelud dengan latar belakang Puncak Gajah Mungkur.
Anak Gunung Kelud
Anak Gunung Kelud dikelilingi oleh puncak-puncak pegunungan Kelud yang tinggi, sehingga bisa dipahami mengapa Anak Gunung Kelud muncul dari dalam mendiang Danau Kelud, karena pada lokasi itu relatif tidak ada penghalang bagi keluarnya magma.
Anak Gunung Kelud
Tidak diketahui apakah air di kaki Anak Gunung Kelud itu merupakan bagian dari mendiang Danau Kelud yang tersisa, atau kah berasal dari air hujan yang mengguyuri Anak Gunung Kelud dalam tiga tahun terakhir.
Anak Gunung Kelud
Bagian lereng Anak Gunung Kelud yang berwarna keputihan itu tampaknya merupakan sela-sela batuan tempat dimana asap dari perut Anak Gunung Kelud menyelusup keluar.
Di bawah ini adalah video yang diunggah di Youtube. Yang pertama memperlihatkan saat-saat awal mulai munculnya aktivitas di Danau Kelud, dan yang kedua memperlihatkan pergolakan yang terjadi saat Anak Gunung Kelud tengah lahir.
Anak Gunung Kelud
Sebuah foto yang memperlihatkan jarak dari kaki Anak Gunung Kelud ke gubug sederhana penjual VCD itu, dilihat dari anak tangga yang menuju ke Gardu Pandang di Puncak Gajah Mungkur. Kaki Tebing Sumbing Gunung Kelud tampak di bagian kanan atas.
Sebuah tempat yang sewaktu-waktu bisa berbahaya seperti Anak Gunung Kelud ini akan terlihat manis dan enak dipandang selagi jinak, sama halnya ketika berurusan dengan segala yang lain. Bersegeralah bertandang ke Anak Gunung Kelud selagi ia masih manis, dan menikmati panorama pegunungan Kelud yang indah menawan.
(aroengbinang)
Read more »

 
informasi tempat wisata di jawa indonesia